Materi M12 (13 Januari 2025) - Aspect Oriented Software

Nama    :    Muhammad Sahrul Farhan

Kelas    :    4IA28

NPM    :    51412076

Link Materi: Aspect Oriented Software.pptx


1Jelaskan apa yang dimaksud dengan Aspect Oriented Software dan kegunaannya! 

Jawab: Aspect-Oriented Software Engineering (AOSE) adalah metodologi pengembangan perangkat lunak yang melengkapi pendekatan Object-Oriented Programming (OOP). AOSE memperkenalkan konsep baru berupa "aspek," yang berfokus pada cross-cutting concerns, yaitu fungsi atau fitur yang memengaruhi banyak bagian dari sistem, seperti logging, keamanan, atau autentikasi. Tujuan utamanya adalah mendukung separation of concerns agar kode menjadi lebih modular, mudah dikelola, dan terorganisir.

Kegunaan AOSE:

  • Mengurangi tangling (kerumitan kode yang mengimplementasikan beberapa kebutuhan).
  • Mengurangi scattering (penyebaran kode terkait concern tertentu ke banyak lokasi dalam sistem).
  • Mendukung pengembangan perangkat lunak dengan core system untuk primary concern dan ekstensi untuk secondary concern serta cross-cutting concerns.

  • 2. Apa peranan stakeholder dalam pengembangan perangkat lunak?

    Jawab: Stakeholder adalah individu, kelompok, komunitas, atau organisasi yang memiliki kepentingan atau hubungan dengan pengembangan perangkat lunak. Peran mereka meliputi:

  • Pemegang saham atau pemilik: Sebagai investor, mereka menyediakan modal dan mengawasi kinerja perusahaan.
  • Pemasok (supplier): Menyediakan bahan baku atau sumber daya yang dibutuhkan.
  • Pegawai: Berperan langsung dalam pengembangan dan produksi perangkat lunak.
  • Konsumen: Sebagai pengguna akhir, mereka memberikan umpan balik yang penting untuk pengembangan produk.
  • Kreditor (bank): Memberikan pinjaman atau dukungan keuangan untuk mendukung proyek perangkat lunak.

    3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan concerns dalam pengembangan perangkat lunak!

    Jawab:  Dalam pengembangan perangkat lunak, concerns mengacu pada kebutuhan atau masalah yang perlu diatasi dalam sistem. Concerns dibagi menjadi:

  • Functional concerns: Berkaitan dengan fungsionalitas tertentu yang harus disediakan oleh sistem.
  • Quality of service concerns: Berkaitan dengan perilaku non-fungsional, seperti kinerja atau keamanan.
  • Policy concerns: Berkaitan dengan kebijakan organisasi yang mengatur penggunaan sistem.
  • System concerns: Berkaitan dengan atribut sistem seperti pemeliharaan atau konfigurabilitas.
  • Organizational concerns: Berkaitan dengan tujuan dan prioritas organisasi, seperti efisiensi anggaran atau reputasi.
  • Komentar